Poison (Part 4)

Tittle: Poison

Author: annisapinan

Category: Drama, hurt/sad

Cast:

Park Yonnie

Cho Kyuhyun

Gadis kecil itu berlari, meninggalkan sepeda kecilnya untuk mengejar seorang anak laki laki yang berlari mengejar bolanya hingga ke jalan raya.

Tubuhnya bergerak sendiri, ia tak tahu kenapa ia berusaha menolong anak itu.

Anak laki laki it uterus berlari menggapai bolanya yang semakin dekat, ia tidak memperdulikan bahaya yang mengancam nyawanya.

Gadis kecil it uterus belari dan berteriak mencoba memperingatinya.

“Berhenti!!”

Anak laki laki itu mendengar samar samar suara di telinganya, ia masih berlari hingga berada di jalan raya yang kala itu sedang ramai oleh kendaraan.

Senyumnya melebar saat bola yang ia kejar sudah ditangannya. Tiba tiba saja tubuhnya terdorong hingga membentur tong sampah yang ada di dekatnya. Kepalanya terasa pusing

Anak laki laki itu berusaha berdiri namum kepalanya sangat pening, hingga sebuah suara yang ia kenal terdengar

“Kita harus ke rumah sakit!!” katanya

.

.

.

.

.

.

.

.

.

 

Hati mana yang ingin kau racuni lagi, Honey?

 

Yonnie terbangun dari tidurnya dengan nafasnya yang memburu. Padahal ia tidak lupa meminum obat penenangnya, tapi kenapa mimpi itu datang lagi. Hanya obat obatan penenang itu yang membuat tidur Yonnie nyenyak dan Yonnie sudah bersumpah ia tidak aka berhenti meminumnya sampai mimpi buruk itu menghilang.

Dia dokter? Ya tentu, jadinya ia tahu berapa dosis yang harus ia minum setiap harinya.

Yonnie bisa bernafas lega karena ia tidak menangis sejadinya karena mimpi itu. Mimpi itu selalu datang semenjak kecelakaan yang ia alami saat usianya masih 7 tahun.

Lampu kamar menyala, Yonnie sedikit menyipitkan matanya. Ia tertegun melihat Kyuhyun yang duduk di sofa kamar mereka. Tak ada ekspresi apapun hanya saja Yonnie bisa melihat adanya kekhawatiran di mata Kyuhyun.

“Kau baik baik saja Yo?”

“Hm, aku hanya mimpi buruk”

“Aku juga”

“Lalu kenapa kau duduk disana?”

“Aku tidak bisa tidur lagi” ucap Kyuhyun datar “Mimpimu itu, emm apa tentang mantan kekasihmu?” tanya Kyuhyun hati hati

Yonnie memandang Kyuhyun lama “Mimpi buruk bukan hanya tentang itu saja”

Kyuhyun menganggu setuju, dirinya tahu Yonnie tidak akan menceritakan privacynya.

“Tidurlah lagi”

Kyuhyun memakaikan selimut untuk Yonnie dan dia mengambil tempat di samping Yonnie. Mereka terlelap sampai pagi hari datang.

“Perlu ku antar?”

Yonnie memandang Kyuhyun bingung, kemudian tersenyum

“Kau akan terlambat, jam kerja kita berbeda” Yonnie bebereskan beberapa piring kotor dan kemudian membersihkan meja makannya

“Tidak ada alasan lain untuk menolakku?”

Yonnie terdiam sebentar “Baik, ternyata suamiku ini pemaksa juga”

Yonnie berlai ke kamarnya dan mengganti pakaian kerjanya yang ia rindukan selama ini.

Kyuhyun sedikit terkejut saat melihat Yonnie dihadapannya

“Apa rokmu itu tidak terlalu pendek?”

Yonnie menurunkannya sedikit “Sudah?”

Kyuhyun mengangguk pelan

“Kau tidak akan dipecat kan jika terlambat mengantarku?”

Kyuhyun mendesah “Siapa yang berani memecat CEO?”

“Ayahmu tentu saja” Ledek Yonnie.

Ya Yonnie tidak akan segan segan untuk menggoda ataupun meledek Kyuhyun, kehidupannya berjalan normal seperti tidak ada masalah apapun dan Yonnie bersyukur akan hal itu.

“Nanti aku akan menjemputmu” ucap Kyuhyun saat Yonnie sudah turun dari mobilnya

“Baiklah” Yonnie melambaikan tangannya saat mobil Kyuhyun melesat menajuh dari rumah sakit.

Yonnie melangkahkan kakinya untuk pertama kali setelah cuti panjang. Ia menyapa beberapa perawat dan dokter yang berpapasan dengannya.

Kabar bahwa Yonnie sakit dan kakinya lumpuh untuk sementara sudah tersebar, jadi mereka tidak kaget jika melihat Yonnie sedikit hati hati saat berjalan.

Mata Yonnie menyipit tak kala melihat wanita cantik berambut coklat duduk di depan ruangannya. Keadaannya tampak kacau. Yonnie mendekatinya

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Yonnie ramah

Wanita itu menatap Yonnie “Kau pasti Dokter Park Yonnie. Aku Yuki?” Yonnie menangguk “Kepala Rumah Sakit menyuruhku menunggumu disini, mereka bilang kau lah yang akan menyembuhkan adikku. Dokter Anna yang memberitahuku kalau kau bisa menyembuhkan adikku. Kau yang terbaik katanya”

Yonnie menghela nafasnya

“Bantulah adikku Dokter, sembuhkan dia”

Yonnie mengikuti Yuki berjalan menuju sebuah ruangan bagi pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

“Tunggu disini, aku akan memeriksa adikmu” ucap Yonnie ramah, dan Yuki hanya mengangguk

Yonnie dengan perlahan membuka pintu ruangan itu. Anna sudah tahu bahwa Yonnie akan datang pagi ini. Pintu terbuka sempurna dan Yonnie melihat siapa pasiennya itu. Tubuhnya menengang

Itu Yuka

Mantan tunangan suaminya, Cho Kyuhyun.

Anna menarik tangan Yonnie, ia merasakan telapak tangan Yonnie sangat dingin dan wajahnya pucat.

“Itu Yuka, pasien yang aku ceritakan waktu itu. Dia sangat menderita Yo”

Anna mendekati Yuka

“Yuka kenalkan, dia Dokter Yonnie” Anna mengusap lembut rambut Yuka. Yuka mendongak melihat Yonnie, melihat tatapan yang tidak bisa diartikan oleh siapapun.

Yuka menyeka air matanya kasar, ia masih memandang tajam mata Yonnie.

Hening~

Ruangan ini begitu hening, Anna sedikit bingung dengan Yuka, seperti Yuka menaruh amarah yang tinggi pada sahabatnya itu.

“Untuk apa kau menyakiti dirimu sendiri? Apa dengan begitu masalahmu akan selesai? Ucap Yonnie

Yuka tersenyum sinis “Memangnya siapa yang menyebabkan semua ini?”

Anna mengawasi Yuka dengan waspada

“Kau dicintai, keluargamu mencintaimu, teman temanmu mencintaimu. Apa dengan mencoba bunuh diri masalahmu akan terlupakan? Tidak!” ada nada tegas dari Yonnie

Rahang Yuka mengeras. Ia meraih vas bunga di dekatnya dan melemparkannya tepat di depan Yonnie. Emosinya kembali naik

Anna mencoba untuk menenangkan Yuka tapi dicegah oleh Yonnie

“Aku tak apa, aku bisa tangani yang satu ini” Yonnie tersenyum pada sahabatnya agar dia tidak khawatir

Yuka terlihat heran, Yonnie sama sekali tidak bergeming. Ia tetap tenang

“Aku mengerti, jadi apa masalahnya? Kenapa kau menjadi seperti ini? Kenapa kau menyakiti dirimu sendiri?”

Yuka terisak, ia kembali mengingat kejadian yang membuat hatinya sangat sakit

“Kekasihku memutuskan hubungan kita saat 3 hari menuju pernikahan kami. Ia bilang sudah tidak ada rasa apapun dan dia juga bilang bahwa dia bukan pria yang tepat bagiku”

Anna terdiam, jadi ini masalahnya. Anna memandang Yuka yang begitu terluka dan Yonnie hanya diam.

“Lalu kami bertemu di sebuah restaurant. Dia mengatakan baru saja menabrak seorang wanita hamil hingga koma beberapa minggu, bayinya tewas, dan kakinya lumpuh. Ia akan bertanggung jawab”

Yuka menertawai dirinya

“Menyedihkan bukan? Jadi siapa yang harus dikasihani sekarang ini?” Yuka tersenyum sinis.

Ingatan Yonnie kembali beberapa bulan yang lalu. Ia ia tahu, ia pernah melihat Kyuhyun mengejar seorang gadis di sebuah restaurant

Yonnie masih diam

“Ah aku tau namamu, Yonnie. Ya, Cho Yonnie” Yuka tertawa “Cho, huh? Bagus juga”

Yonnie masih saja diam.

Anna menengang di samping Yonnie, berusaha mencerna semuanya. Jadi Yonnie menikahi Cho Kyuhyun? Mantan kekasih Yuka?

“Kalau kau berpikir Kyuhyun akan kembali padaku, kau salah” Yuka menghela nafasnya “Kami sudah tidak saling berkomunikasi, dia tidak mencariku lagi. Dia tidak menanyakan kabarku lagi seperti dulu”

Kini Yonnie menatap Yuka

“Aku tidak akan mengganggu pernikahan kalian”

Lalu Yonnie keluar begitu saja. Mengabaikan panggilan dari Anna ataupun Yuki.

Ia berjalan ke ruangannya.

Melihat keadaan Yuka yang begitu terluka tapi tidak ada tatapan marah di mata Yuka. Justru wanita itu ingin berteman baik kepada Yonnie

Yuka pantas bahagia.

Tapi Yuka sudah mengatakan ia tidak akan kembali pada Kyuhyun.

Yonnie tahu ada yang disembunyikan oleh Yuka, gadis itu menutupnya rapat rapat agar tidak seorang pun yang bisa melihatnya.

Yonnie pulang menggunakan jasa taxi, ia tidak menghubungi Kyuhyun atau supirnya. Kyuhyun marah? Biarkan saja

“Aku pulang”

Yonnie sedekit terkejut melihat Kyuhyun yang hanya menggunakan celana pendek dan handuk masih bertengger di lehernya. Yonnie tahu suaminya itu baru saja mandi

“Hm, selamat datang” Kyuhyun berlalu, ia mendekati kea rah lemari pendingin dan menuangkan jus jeruk disana. Yonnie masih diam memperhatikan gerak gerik Kyuhyun

“Kau ingin berdiri terus disana?” Yonnie mengusap dadanya, jantungnya berdegup kencang

“Maaf aku melamun. Oh ya tumben sekali pulang lebih awal, aku kira hari ini jadwalmu sampai malam?”

“Aka nada makan malam bersama dengan teman temanku dan juga beberapa petinggi perusahaan dan kau harus ikut denganku. Tak ada penolakan”

“Teman temanmu? Aku berharap semuanya tidak bersifat dingin sepertimu” gumam Yonnie

“Aku mendengar itu Yo” Yonnie tersenyum. Kyuhyun berlalu dan Yonnie duduk di sofa ruang televise. Ia masih memikirkan Yuka yang terluka karenanya. Haruskah Yonnie memberitahu Kyuhyun soal Yuka?

Yonnie menuju kamarnya dan membawa beberapa buku tebal, lalu menuju ruangan kerja Kyuhyun

“Selesai, bolehkan aku meminjam buku lainnya?” Yonnie meletakkan 2 buah buku itu kembali ke tempatnya.

Kyuhyun mendengus sebal

“Sepertinya tidak usah meminta izinmu” Yonnie memilih beberapa novel yang menurutnya menarik. 3 buah novel cukup tebal kini berada di tangannya

“Seri ini sangat mahal, mana mampu aku membelinya” Yonnie bergumam lagi

“Kau tidak perlu membelinya, kau bisa membaca bukuku jika ingin. Dan jangan sampai rusak!!”

“Siap bos”

Yonnie keluar dari ruangan Kyuhyun. Mata Kyuhyun masih memperhatikan punggung milik Yonnie, tatapan matanya mulai melunak. Dirinya dan Yonnie sangat berbeda jauh, sifat mereka jauh berbeda. Tapi Kyuhyun menyadari adanya sesuatu yang kuat yang membuat mereka semakin mendekat dan Kyuhyun berusaha menghilangkan itu. Ia tidak akan jatuh cinta pada istrinya sampai waktunya nanti. Waktu dimana mereka harus menjalani kehidupannya masing masing.

Yonnie masih asik membaca sampai Kyuhyun masuk ke kamar mereka.

“Oh ya Hyun, hari ini aku akan makan malam dengan sahabatku Anna”

“Tidak, kau harus ikut denganku”

Yonnie memberengut sebal, Kyuhyun tersenyum geli, ia tahu istrinya itu mencari alasan untuk tidak ikut dalam makan malam ini. Kemudian Yonnie menyambar dress yang sudah ia siapkan di atas ranjang dan menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

Kyuhyun membuka lemarinya, ia memilih beberapa setelan formal yang akan digunakan nantinya.

Yonnie yang baru keluar dari kamar mandi mendekat ke arah Kyuhyun. Matanya juga ikut mencari setelan yang pas untuk suaminya.

Matanya birunya jatuh jatuh pada kemeja merah maroon polos “Ini” Yonnie menyerahkannya pada Kyuhyun.

Matanya kembali melihat lihat lagi “Dan ini” Yonnie menyerahkan jas berwarna hitam. Kyuhyun menyetujuinya lalu ia berjalan ke arah kamar mandi.

Mata Yonnie masih mengikuti kepergian Kyuhyun. Haruskah ia member tahu Kyuhyun soal Yuka?

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun saat keluar dari kamar mandi. Yonnie mengangguk dan tersenyum. Suaminya memang tampan, sangat amat tampan. Entah apa yang ibu mertuanya makan sehingga menghasilkan pria setampan Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum jahil saat melihat tatapan Yonnie yang terlihat memujinya.

“Kau kagum padaku?” Yonnie tersentak kaget, tangannya reflek melempar handuk yang ia pegang dan mengenai wajah Kyuhyun. Yonnie menutup matanya rapat, takut kalau kalau Kyuhyun akan memarahinya.

Kyuhyun tertawa lepas, lalu ia berusaha membalas kelakuan istrinya, ia melempar handuknya kembali tapi dengan sigap Yonnie menghindar dan berlari kea rah kamar mandi.

Dengan buru buru Yonnie mengunci rapat pintu kamar mandi, gelak tawa masih terdengan diantara keduanya

Tuhan, biarkan kami seperti ini selamanya

“Rileks” Yonnie memegang erat lengan Kyuhyun. Ia takut karena pertama kali semenjak kecelakaan memakai sepatu berhak tinggi

“Aku takut terjatuh”

“Aku memegangmu erat”

Sudah banyak orang di dalam sana

“Lihat lah siapa yang datang” Ucap Kenichi saat melihat Kyuhyun dan Yonnie

“Wow pengantin baru” ledek Donghae “Aku Lee Donghae, kau pasti Cho Yonnie?”

Yonnie menjabat tangan pria di depannya

“Dia sahabat terbaikku” ucap Donghae yang melirik ke arah Kyuhyun “Dan ini istriku”

“Salam kenal, aku Ryoko. Selamat atas pernikahan kalian”

Yonnie tersipu malu dan Kyuhyun hanya diam saja di samping Yonnie.

Laki laki tinggi di sebelah Donghae memperhatikann Yonnie lama

“Ah aku ingat. Aku kenal dengan istrimu Cho, dia dokter hebat. Dia juga salah satu dokter di rumah sakit besar di Jepang. Kau pasti senang mendapatkan dokter pribadi secantik dan sehebat Yonnie”

Donghae memandang Yonnie dengan tatapan yang membuat Yonnie risih. Ia tersenyum geli mendapati Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan mengintimidasi.

“Tinggal menungg satu lagi dan lengkap” Seru Donghae.

Semua orang membaur, para istri membentuk kelompoknya sendiri, mereka sibuk menceritakan tentang suami suami mereka yang hebat. Yonnie sesekali tersenyum, ia tidak tahu apa yang harus ia ceritakan soal Kyuhyun.

Mereka semua kini duduk bersama di meja makan yang panjang.

“Maaf aku terlambat, pesawatnya mengalami masalah tadi” Suara lembut seorang pria berhasil mengusik mereka semua yang menoleh ke arah suara.

Yonnie juga ikut menoleh dan tiba tiba saja tubuhnya menegang, detak jantungnya berhenti seketika

Itu Hae Jin

Itu calon suaminya yang meninggalkannya dan meninggalkan calon buah hati mereka.

Yonnie tanpa sadar menjatuhnya sendok yang ia pegang dan itu sukses membuat beberapa orang menatap ke arahnya

“Maaf” Yonnie meraih sendok itu lagi. Tatapan matanya melihat ke arah Hae Jin yang tampak tekejut melihatnya. Yonnie juga terkejut melihat kehadiran Hae Jin.

Kyuhyun melirik ke arah Yonnie yang masih memperhatikan Hae Jin.

Yonnie duduk dengan tubuh bergemetar. Hae Jin menatap Yonnie dan kemudian tersenyum. Entah kenapa Kyuhyun muak melihatnya.

Yonnie memalingkan pandangannya ke arah Kyuhyun dan tersenyum, member tahu bahwa ia baik baik saja. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk tidak kembali menatap Hae Jin.

“Aku kenal dengan Park Yonnie. Dia wanita sekaligus dokter terhebat yang pernah aku temui”

Yonnie berusaha mati matian agar tidak terpengaruh oleh ucapan Hae Jin. Para tamu yang sedang menyantap makanannya beralih memandang Hae Jin.

“Ya, Yonnie adalah istri dari sahabatku Cho Kyuhyun, kau sudah mengenalnya?”

Hae Jin langsung menatap Kyuhyun dengan tidak suka, ada kilatan amarah disana dan kilatan mengajak perang. Yonnie menyadari tatapan Hae Jin kepada suaminya. Ia lalu menyenggol siku Kyuhyun yang sukses membuat Kyuhyun menatap dirinya.

“Oh selamat kalau begitu Cho, kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau menikahi wanita secantik dan sebaik dirinya”

Kyuhyun menatap Hae Jin tajam “Kurasa aku tidak perlu melakukan hal itu”

Hae Jin tertawa pelan diikuti denagn Donghae

“Tentang kerja sama kita, aku akan merasa terhormat menerima ajakan kedua perusahaan besar. Malam ini kita santai saja, rapat bisa dilakukan kapan pun” ucap Hae Jin santai

“Kalau begitu ayo bersulan” ajak Donghae

Kyuhyun dengan malas mengangkat gelasnya dan ikut bersulang dengan yang lainnya.

Yonnie dan Hae Jin saling bertatapan

“Senang bisa bertemu lagi denganmu Hae Jin”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Ada nada marah yang terdengar dari ucapan Yonnie.

“Wah wah sepertinya pengantin baru ini akan menjadi pasangan fenomenal saat ini”

Kyuhyun tidak memperdulikan ucapan sahabatnya itu. Dan Yonnie memilih untuk menatap Hae Jin lama seakan inign mengajaknya bertengkar.

Yonnie menunggu Kyuhyun tidak sabar di teras restaurant. Suaminya itu masih mengobrol dengan Hae Jin, sedangkan para tamu lainnya sudah pergi.

Lalu tiba tiba Hae Jin mendekatinya

“Aku senang bisa bertemu denganmu lagi Yonnie” Ucap Hae Jin, ia sama sekali tidak memperdulikan tatapan tidak suka dari Kyuhyun “Aku merindukanmu”

Baru saja Hae Jin akan memeluk Yonnie, Kyuhyun sudah berdiri di depan Yonnie dengan ekspresi datarnya

“Kau harusnya tahu kalau Yonnie sudah bersuami dan suaminya ada di depanmu” Kyuhyun berkata sedatar mungkin tapi aura membunuh menyelimuti dirinya “Jadi jaga sikapmu”

Yonnie memandang Hae Jin dengan tatapan terluka kemudian beralih ke Kyuhyun yang melindunginya, Kyuhyun tahu akan penderitaannya selama ini.

Yonnie berlari ke arah taman samping restaurant. Tiba tiba kakinya tergelincir dan membuatnya terjatuh. Ia merasakan kakinya sakit luar biasa, kaki kanannya, kaki yang mengalami luka serius saat kecelakaan.

Yonnie sebisa mungkin untuk menahan rasa sakitnya, ia tidak boleh menangis disini. Yonnie berusaha untuk berdiri saat seseorang mendekatinya

“Naiklah” Kyuhyun sudah berjongkok dan membelakangi Yonnie.

Yonnie sempat ragu, ia memandang Kyuhyun dengan tatapan bertanya. Kyuhyun hanya berdecak malas

“Aku tidak main main, naiklah. Aku akan menggendongmu sampai ke mobil”

Yonnie menggeleng “Aku masih ingin disini, aku butuh udara segar”

“Baiklah, aku akan menggendongmu sampai ke bangku itu”

Yonnie naik ke punggung Kyuhyun dengan ragu ragu. Ini pertama kalinya mereka berdekatan sedekat ini, setelah ciuman mereka di pernikahannya dulu.

Ia masih ingat, Hae Jin juga pernah menggendongnya dulu, saat mereka masih bersama

Kyuhyun tidak merasakan tubuh Yonnie bergetar seperti tadi atau tanda tanda bahunya basah karena terkena air mata Yonnie.

Kyuhun menurunkan Yonnie di bangku taman

“Kau seharusnya menangis” ucap Kyuhyun lirih, ia tah hati istrinya sedang kacau.

Kyuhyun tahu tentang Hae Jin, ibu mertuanya sudah menceritakan semua yang dialami oleh Yonnie

Yonnie tersenyum tipis “Jika aku menangis, akan kah kau memelukku?”

Kyuhyun terdiam, ia menatap kosong ke depan

Yonnie tersenyum, lalu ia ikut diam, ia sudah tahu kalau Kyuhyun tidak pernah akan melakukan hal itu

“Ya”

Yonnie menatap Kyuhyun dengan bingung, ia melihat senyum tipis milik suaminya

“Aku akan memelukmu jika kau menangis”

Yonnie tidak bisa menahannya lagi. Yonnie terisak di tempatnya, lalu Kyuhyun menariknya dalam pelukkannya, menenggelamkan Yonnie ke dalam dadanya. Membuat Yonnie merasa tenang

Tangisan Yonnie semakin menjadi, membuat jas Kyuhyun menjadi basah.

Pelukan Kyuhyun semakin erat, membayangkan wajah hancur Yuka dan kembalinya Hae Jin ke dalam hidup Yonnie.

Ini awal penderitaan mereka.

TBC

 

Advertisements

About annisapinan

Donghae's wife :D KyuHae shipper :)
This entry was posted in Chapter, Cho Kyuhyun, FanFiction, Sad. Bookmark the permalink.

52 Responses to Poison (Part 4)

  1. Hyun says:

    ini beban, karena seorang wanita akan kalah melawan perasaannya~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s